Restorasi Poros Engkol: Mengapa Grinding dan Polishing Harus Sempurna?
Jakarta, Radarbanua.com - Poros engkol atau crankshaft adalah komponen yang mengubah gerak naik-turun piston menjadi gerak putar. Ini adalah komponen yang paling berat bekerja di dalam mesin. Karena beban torsi dan putaran yang tinggi, poros engkol rentan mengalami keausan pada journal (dudukan bantalan), goresan akibat oli kotor, hingga bengkok karena panas berlebih atau kegagalan bantalan (bearing failure).
Seringkali, ketika crankshaft mengalami kerusakan permukaan atau scoring, mekanik lapangan mungkin hanya menyarankan untuk memolesnya secara manual. Namun, untuk mesin industri berkapasitas besar, pendekatan manual seringkali tidak cukup. Diperlukan presisi mesin untuk mengembalikan toleransi ke angka pabrikan.
Proses Vital: Grinding dan Balancing
Perbaikan poros engkol melibatkan pengurangan diameter journal (undesize) untuk menghilangkan goresan, kemudian memasang bantalan (metal) yang lebih tebal. Namun, ada batas toleransi kekerasan permukaan yang harus dijaga.
Hardness Testing: Setelah proses grinding (penggerindaan), lapisan keras pada permukaan poros mungkin menipis. Diperlukan pengecekan kekerasan material.
Radius Fillet: Sudut pertemuan antara journal dan lengan engkol (web) harus memiliki radius yang tepat. Jika radius ini terlalu tajam akibat proses bubut yang salah, crankshaft akan mudah patah di titik tersebut karena konsentrasi tegangan (stress concentration).
Dynamic Balancing: Poros yang telah digerinda harus diseimbangkan ulang. Ketidakseimbangan sedikit saja pada putaran tinggi akan menghasilkan getaran destruktif yang merusak komponen lain.
Proses teknis ini membutuhkan mesin crankshaft grinder khusus yang mampu menjaga keserempakan sumbu putar. Detail mengenai tahapan kritis dalam restorasi ini dapat dilihat pada halaman layanan perbaikan poros engkol, di mana setiap mikron diperhitungkan demi durabilitas mesin.
Mencegah Kegagalan Berulang
Salah satu penyebab utama patahnya crankshaft pasca-perbaikan adalah kesalahan prosedur saat rebuilding. Entah itu clearance oli yang terlalu sempit atau permukaan yang terlalu kasar. Oleh sebab itu, standar surface finish (Ra) harus benar-benar diperhatikan menggunakan alat ukur kekasaran permukaan (surface roughness tester).
Bagi perusahaan yang mengoperasikan armada alat berat atau genset, jangan mengambil risiko dengan menyerahkan komponen vital ini ke bengkel sembarangan. Pastikan Anda bekerja sama dengan ahli remanufaktur komponen mesin yang memiliki reputasi solid dalam menangani komponen high-stress. Kualitas perbaikan poros engkol Anda akan menentukan apakah mesin Anda bisa beroperasi ribuan jam ke depan atau akan jebol dalam hitungan minggu.

