HOT NEWS

Menjemput Rahmat Allah, SDIT Al Khair Gelar Sholat Istisqa Jelang Kemerdekaan RI

Barabai — Lapangan SD Islam Terpadu Al Khair, Jumat pagi, 14 Agustus 2026, menjadi tempat warga sekolah berkumpul dalam satu ikhtiar: memohon turunnya hujan.

Seluruh warga SDIT Al Khair melaksanakan Sholat Istisqa bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1448 H. Doa meminta hujan itu digelar sekaligus menyambut momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sholat berlangsung khidmat. Bagi warga sekolah, kegiatan ini bukan sekadar rangkaian ibadah. Ia menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT di tengah kondisi belum turunnya hujan.

Momentum kemerdekaan turut memberi makna lain. Kemerdekaan dipandang sebagai nikmat dan anugerah yang patut disyukuri, antara lain dengan mengisinya melalui kebaikan, ketakwaan, serta kontribusi positif bagi bangsa.

Ustadz Wahyudi Nor Rahman bertindak sebagai imam. Adapun Ustadz Amirollah menjadi khatib.

Dalam khutbahnya, Amirollah mengajak jamaah memperbanyak taubat dan melakukan introspeksi diri. Ia mengingatkan agar seorang muslim tidak merasa lebih baik daripada orang lain.

Setiap manusia, kata dia, memiliki kekurangan dan kesalahan. Karena itu, taubat dan upaya memperbaiki diri semestinya menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan momentum kemerdekaan. Warga sekolah diajak menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan bangsa.

Kemerdekaan, dalam konteks itu, tidak berhenti pada mengenang perjuangan para pahlawan. Generasi saat ini juga memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan dengan menjadi generasi yang berakhlak, berprestasi, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.

Kepala SDIT Al Khair, Siti Aisyah, mengatakan Sholat Istisqa merupakan ikhtiar bersama warga sekolah untuk memohon pertolongan Allah SWT.

“Semoga dengan dilaksanakannya Sholat Istisqa ini, Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi kita semua,” harapnya.

Doa untuk hujan itu sekaligus menjadi doa untuk kehidupan yang lebih baik. Keluarga besar SDIT Al Khair menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat rasa syukur, memperbaiki diri, menjaga persatuan, dan terus menebarkan kebaikan.

Semoga Allah SWT mengabulkan doa seluruh warga sekolah, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, serta menjadikan Indonesia semakin maju, damai, dan penuh keberkahan.

Posting Komentar